“KELUHAN UNTUK PELANGGAR LAMPU MERAH”

Pagi ini aku membuka mataku dengan sejuta niat

Sehingga meski kantuk menggelayut kuat,

Membuat mataku menjadi berat,

Aku tetap berusaha beranjak cepat …

**********

Segera aku mempersiapkan diriku ke gereja

Mengikuti sebuah acara,

Bertemu dengan Sang Kuasa …

**********

Kumenatap hari dengan ceria,

Dengan sejuta asa bergema,

Berharap kebaikan ada di dalam semua …

**********

Namun, di sebuah persimpangan,

Aku menjadi terheran-heran,

Karena sebuah tindakan bak preman …

**********

Seorang dewasa dan seorang pelajar,

Bersikap laksana tak pernah belajar,

Membuatku berpikir bahwa sungguh mereka itu kurang ajar …

**********

Kulihat seorang pegawai berseragam coklat,

Menggonceng seorang calon pemimpin umat,

Tapi tindakan mereka layaknya dilaknat …

**********

Ketika lampu penanda masih merah membara,

Mereka berlalu seperti ingin mengembara,

Membiarkan yang lain terpekur bak pohon cemara …

**********

Aq menjadi diam terpana,

Untuk apa sang Bapak menjadi pembina,

Bila hanya untuk semena-mena …

**********

Aku pun merenung seharian,

Untuk apa si Anak belajar tahu aturan

Bila hanya untuk diabaikan …

**********

Tuhan, sedemikian rusaknya kah bangsaku,

Apakah moralnya seperti bunga tak laku,

Sehingga mereka tak tahu bagaimana berlaku …

**********

Mereka terkekeh walaupun salah,

Seolah merasa tak hilang arah,

Tak menyadari bahwa mental mereka telah rusak parah …

**********

Ya, aku pun bisa seperti mereka,

Bertindak bak orang rimba,

Yang tak kenal bagaimana peraturan diterima …

**********

Namun, aku tersadar,

Perubahan bukanlah sekedar karena belajar,

Karena itu tak menjamin dirimu jadi tak kurang ajar …

**********

Milikilah takut akan perintah-Nya,

Dan bersandarlah pada rahmat-Nya,

Maka akan menjadi baik engkau dibuat-Nya …

**********

Ya, tugasku hanya menularkan rasa ini pada mereka,

Tapi dirikulah yang harus kureka agar tak durhaka,

Sehingga terhadap aturan pun aku peka,

Dan tidak membuat hati-Nya terluka …

**********

Semoga Ia berkenan,

Mengabulkan doa yang ringan ini …

Amin.

**********

(Refleksi atas kesemerawutan lalu lintas di Surabaya di tahun 2010)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s