Turut Berdukacita untuk Cynthia Fransisca

Rekans, kemarin sore ketika saya sedang membuka Facebook, saya membaca sebuah berita di E100 tentang seorang bapak yang meninggal di dalam mobil karena serangan jantung. Saya terperanjat karena bapak tersebut memiliki kesamaan marga dengan salah seorang penulis dan admin blog ini, Siat Cynthia Fransisca. Keterkejutan saya sangat beralasan sebab penggunaan marga Siat dalam nama Indonesia merupakan hal yang – setahu saya – jarang ditemui (kalau saya tidak salah, marga Siat sendiri merupakan marga yang cukup langka di kalangan orang Tionghoa. Ya, atau setidaknya, tidak sepasaran Liem, Oei, atau Tan). Nama bapak itu ialah Tommy Luminto Siat (54).

Saya segera mengklik tautan beritanya untuk mengetahui informasi lebih detil. Saya makin shock ketika mengetahui bapak tersebut beralamat di Babatan Pantai Utara, mirip dengan alamat Cynthia. Saya segera membuka laptop untuk melihat data pemuda yang saya miliki. Jujur saya mendadak cemas, sebab saya sempat berpikir jangan-jangan beliau adalah papa dari Cynthia. “Beruntunglah” alamat beliau dan Cynthia berbeda. Meski demikian, saya masih penasaran mengapa marga mereka bisa sama. Saya segera mencoba mengontak Cynthia, namun tidak ada respon. Pada malam harinya, Cynthia baru merespon. Dia mengatakan bahwa bapak yang meninggal tersebut adalah empeknya (empek merupakan panggilan untuk kakak laki-laki papa).

Saat ini, hati kami turut berduka untuk kehilangan yang harus dialami oleh Cynthia dan keluarga. Saya, istri, dan Ricky Njoto sangat bisa memahami kepedihan yang dirasakan keluarga. Kehilangan ini kembali mengingatkan kita betapa rapuh dan rentannya hidup ini. Betapa hidup adalah anugerah Tuhan semata. Tetapi, di sisi lain, kami turut bersukacita untuk keluarga, sebab kehilangan ini bukan kehilangan yang tanpa arah. Sebagai seorang yang ada di dalam Kristus (bahkan kalau info saya tidak salah, Bpk. Tommy juga adalah seorang hamba Tuhan), Bpk. Tommy sedang mengalami sukacita terbesar bersama dengan Kristus. Karena itu, kami berdoa supaya keluarga yang ditinggalkan tidak larut dalam kesedihan namun boleh mendapat kekuatan dan penghiburan dari Tuhan. Semoga dalam kehilangan ini mereka makin jelas melihat kehadiran Tuhan di tengah mereka dan teguh mempercayai-Nya …

Trust His heart

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s