Pencarian Kebenaran IV: Siapa itu Yesus?

Setelah artikel 3 (bisa dibaca disini) yang melihat kebenaran Alkitab dan bahwa Alkitab adalah dokumen yang bisa dipercaya, bukan hanya sebagai Firman Allah tetapi juga sebagai dokumen historis, saya akan membawa pembaca ke pertanyaan penting yang mendasari iman Kristen, yaitu; siapa itu Yesus? Nama Kristen menandakan golongan kepercayaan yang mengikuti seorang figur yang disebut Kristus, tetapi siapa itu Kristus? Kita akan bersama membongkar misteri ini sebentar lagi. Dalam pembahasan ini saya akan menggunakan 2 macam sumber. Sumber yang pertama adalah sumber sejarah di luar Alkitab. Sumber yang kedua adalah Alkitab sendiri. Berdasarkan artikel 3, kita tidak boleh menganggap bahwa Alkitab adalah dokumen yang kalah historis atau tidak memiliki kredibilitas yang sama dengan dokumen historis lain. Klaim yang dikatakan oleh penulis-penulis Perjanjian Baru tentang Yesus harus diselidiki secara sungguh-sungguh dan tanpa diskriminasi.

 

Sumber Non-Alkitab

Seperti yang telah saya katakan di artikel 3, dokumen-dokumen non-Alkitab pun memberikan keterangan-keterangan tentang Yesus yang dapat mendukung klaim Alkitab. Disini saya akan merangkum beberapa catatan-catatan kuno yang kita punya.

Suetonius

Suetonius adalah seorang sejahrawan Romawi yang menulis kehidupan beberapa kaisar-kaisar Romawi. Tulisan Suetonius selesai di tahun 120 A.D. (sekitar 90 tahun setelah Yesus disalib). Suetonius tidak menulis tentang kehidupan Yesus, tetapi dia menulis tentang kejadian yang diakibatkan oleh pengikut ajaran-ajaran Yesus. Pada tahun 49 A.D. sebuah kerusuhan di kota Roma terjadi, dan Suetonius menulis reaksi Kaisar Claudius demikian:

“Dia (Claudius) mengusir orang-orang Yahudi dari Roma karena kerusuhan-kerusuhan yang selalu mereka sebabkan, yang dimulai karena perihal tentang Chrestus.”

Siapa itu Chrestus? Para sejahrawan mencari di catatan-catatan Romawi tetapi tidak pernah menemukan siapapun yang bernama Chrestus. Jesus-Christ-from-Hagia-SophiaAnggapan yang paling kredibel adalah bahwa Chrestus adalah kesalahan ejaan dari Christus (Kristus) karena pada saat itu orang-orang Kristen memiliki panggilan vulgar yang sering digunakan oleh orang Romawi; mereka disebut Chrestiani. Dari dokumen ini ada beberapa siknifikansi yang bisa kita tarik. Pertama, kita tau bahwa di tahun 49 A.D. (16-19 tahun setelah Yesus disalib) kekristenan sudah menjadi aliran yang menyebar sampai Roma dan menarik banyak orang, sama seperti yang dikatakan Perjanjian Baru. Kedua, kita tau bahwa di mata bangsa Romawi kekristenan dianggap sama seperti agama Yahudi, sama seperti anggapan Perjanjian Baru. Ketiga, yang paling penting untuk pembahasan kita sekarang, yaitu bahwa publik di tahun itu sudah mengenal bahwa gerakan kekristenan dimulai oleh Kristus.

Tacitus

Seorang sejahrawan Romawi lain yang bernama Cornelius Tacitus juga mencatat kejadian yang terjadi di tahun 64 A.D. Dia menulis:

“…mereka yang orang-orang panggil dengan sebutan ‘Kristen’, sebuah kelompok yang dibenci karena tindakan-tindakan kriminal mereka. Pencipta kelompok ini, Kristus, telah dieksekusi oleh penguasa bernama Pontius Pilatus di masa pemerintahan Kaisar Tiberius.”

Dari dokumen ini juga kita bisa mendapatkan beberapa hal. Pertama, orang-orang Kristen dibenci oleh publik pada saat itu, karena ‘tindakan-tindakan kriminal’ (menolak menyembah Kaisar ataupun dewa-dewa Yunani). Kedua, sekali lagi Kristus disebut sebagai permulaan pergerakan kekristenan. Ketiga, Kristus disebutkan dieksekusi oleh Pontius Pilatus, sama seperti yang dikatakan Perjanjian Baru.

Pliny the Younger

Di dalam surat yang dituliskan oleh seorang pemerintah daerah Romawi bernama Pliny the Younger pada tahun 111-112 A.D. dituliskan:

“Adalah kebiasaan mereka (orang-orang Kristen) untuk berkumpul di hari tertentu sebelum matahari terbit dan mengatakan kalimat-kalimat yang meninggikan Kristus sebagai seorang dewa, ….”

Di dokumen ini bukan hanya Kristus dicatat sebagai pendiri gerakan kekristenan, tetapi juga bahwa Kristus ditinggikan sebagai seorang dewa.

Thallus dan Lucian

Thallus, seorang sejahrawan Romawi atau Syria, menulis sejarah daerah timur Mediterania sekitar tahun 52 A.D. Meskipun tulisan Thallus telah hilang, kita memiliki sedikit kutipannya yang ditulis oleh Julius Africanus. Di dalam kutipan itu Thallus menulis tentang penyaliban Kristus yang terjadi dengan ditemani oleh gempa dan kegelapan (yang Thallus asumsikan sebagai gerhana matahari). Sekali lagi klaim Perjanjian Baru tentang penyaliban Kristus dengan gempa dan kegelapan dikonfirmasi disini.

Lucian dari Samosata menulis tulisan satirikal tentang kehidupan seorang Kristen. Dia mengejek penyembahan Kristus sebagai dewa dan berkata:

“(Kristus yang mereka sembah sebagai dewa) dan sekarangpun masih mereka sembah, seorang manusia yang tertusuk (impaled) di Palestina karena dia memulai sekte yang baru di dunia.”

Dari sini juga kita bisa berkonklusi bahwa penyembahan Yesus Kristus sebagai dewa telah dikenal publik meskipun hanya berselang beberapa dekade setelah kematian Yesus. Juga kita bisa melihat bahwa bangsa-bangsa lain melihat hal ini sebagai sesuatu yang hina, karena kekristenan menyembah manusia yang impaled (tertusuk pada saat kalah perang; yang menunjuk ke penyaliban).

Josephus

Dokumen tentang daerah Yudea dan pergerakan kekristenan yang paling penting yang kita miliki adalah tulisan sejahrawan bernama Josephus. Secara singkat, dari tulisan Josephus kita dapat mendapatkan beberapa hal. Pertama, Yesus dikatakan adalah seorang manusia yang berperilaku baik dan mengerjakan hal-hal yang ajaib. Kedua, banyak orang Yahudi dan non-Yahudi mengikut Yesus. 18333536-Mosaic-of-Jesus-Christ-from-the-exterior-of-the-ancient-Kykkos-Monastery-in-the-Troodos-Mountains-Cy-Stock-PhotoKetiga, Yesus disalibkan pada masa pemerintahan Pontius Pilatus. Keempat, para pengikut Yesus mengaku melihat Yesus hidup 3 hari setelah Yesus mati disalib. Kelima, Yesus disebut sebagai Kristus (Mesias), atau seorang yang diurapi Allah.

Jadi, dari beberapa catatan historis non-Alkitab ini kita dapat berkonklusi bahwa Yesus adalah pemimpin gerakan kristiani yang dianggap berperilaku baik dan melakukan hal-hal ajaib (mujizat), Yesus disalibkan di masa Pontius Pilatus, dan para pengikut-pengikutnya mengaku melihat dia hidup 3 hari setelah kematiannya, dan sejak itu Yesus disembah sebagai dewa. Oke, kita mendapatkan semua hal ini. Tetapi apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Yesus disembah sebagai dewa? Apakah pengikut-pengikut Kristus dapat dipercaya saat mereka mengatakan bahwa dia telah bangkit dari kubur? Mari kita melihat apa yang Alkitab katakan.

 

Sumber Alkitab

Jika seseorang membaca dan meneliti Perjanjian Baru, dia akan menemukan bahwa dokumen-dokumen ini mengatakan hal-hal yang menakjubkan tentang Yesus. Pertama, Yesus disebut sebagai guru yang bijaksana. Dia dicatat banyak berdiskusi tentang hukum moral dan hukum Perjanjian Lama dengan ahli Taurat dan ahli-ahli agama, dan keempat injil mencatat bahwa Yesus selalu membuat mereka terbungkam (itu sebabnya mereka ingin Yesus disalibkan). Kedua, Yesus disebut sebagai pembawa mujizat, sama seperti yang dicatat oleh Josephus. Orang-orang disekitar Yesus, orang-orang Yahudi, tau benar bahwa hanya ada 2 kemungkinan mengapa Yesus dapat melakukan mujizat; Yesus memiliki ilmu gelap dari Setan, atau Yesus datang dari Allah. Akan tetapi, Yesus juga bekerja mengusir beberapa roh-roh jahat. Sangat tidak masuk akal Spas_vsederzhitel_sinayjika Yesus bekerja dengan kekuatan dari Setan tetapi dia juga mengusir Setan. Ketiga, Yesus disebut sebagai Kristus, seorang Mesias, seseorang yang diurapi Allah dan menjadi penyelamat yang dinubuatkan di Perjanjian Lama. Lihat disini tentang bagaimana Matt Slick, seorang apologist Kristen, membeberkan tentang nubuatan-nubuatan tentang Yesus. Mengutip Peter Stoner, seorang ahli matematika, kemungkinan seorang manusia di sejarah menggenapi 48 nubuatan melalui kehidupannya adalah 1:10^157. Keempat, Yesus dianggap sebagai seorang nabi yang membawa pesan dari Allah. Kelima, ini yang paling penting, seperti catatan-catatan sejarah, Yesus dianggap sebagai Allah sendiri. Karena ruang tulis yang singkat, saya akan berfokus ke poin yang terakhir; bahwa Yesus dianggap Allah sendiri.

Hampir semua orang tau bahwa Alkitab Perjanjian Baru mengaku bahwa Yesus adalah Allah. Akan tetapi, beberapa orang yakin bahwa pemahaman bahwa Yesus adalah Allah hanya diciptakan oleh Paulus padahal Paulus bukanlah murid Yesus. Menurut mereka, murid-murid Yesus tidak pernah mengaku bahwa Yesus adalah Allah, dan bahkan Yesus sendiri tidak pernah mengaku bahwa Dia adalah Allah. Karena itu, di bawah ini saya akan secara bebas mengikuti format yang disingkat HANDS yang diberikan Bowman dan Komoszewski (ahli Alkitab) untuk berargumen bahwa Yesus adalah Allah.

Honors

Yesus dicatat menerima penghormatan (honors) yang sama dengan yang diterima Allah. Di Yohanes 14:14 Yesus berkata, “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”Orang Yahudi, atau siapapun yang mengenal PL (Perjanjian Lama) sangat mengerti bahwa manusia hanya harus berdoa kepada Allah di dalam nama Allah. Disini Yesus menyuruh pengikut-pengikutNya untuk berdoa kepada Dia di dalam namaNya.

Selain itu, di PL manusia hanya boleh beriman kepada Allah dan percaya bahwa hanya Allah yang bisa melakukan segalanya. Di Markus 11:22 pun Yesus memerintahkan untuk beriman kepada Allah. Akan tetapi, di Matius 9:28 Yesus bertanya kepada orang buta, “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” seakan-akan Yesus ingin agar orang buta itu percaya bahwa Dia dapat melakukan segalanya dan agar orang buta itu beriman kepadaNya.

Attributes

Yesus juga dicatat memiliki atribut-atribut, atau sifat-sifat Allah. Seharusnya saya hanya perlu memberikan satu ayat untuk membuktikan ini. Di Yohanes 12:45 Yesus berkata, “Dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.” Yesus mengidentifikasikan diriNya sendiri dengan Allah! Tetapi untuk berargumen, saya akan memberikan contoh-contoh lain.

Di Yohanes 8:58 Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Disini Yesus mengaku bahwa Dia telah ada sebelum Abraham lahir pun! Ingat bahwa Abraham mati sekitar 1.800-2.000 tahun sebelum Yesus lahir. Apakah Yesus sangat tua? Bukan hanya itu. Di bahasa aslinya (bahasa Yunani) dan di bahasa Inggris pun, kalimat ini berbunyi demikian, “Before Abraham was, I am.”, yang dapat diartikan sebagai, “Sebelum Abraham jadi di masa lalu, Aku ada dan selalu ada.” Jadi bukan hanya Yesus mengaku bahwa Dia telah ada sebelum Abraham, tetapi juga bahwa Dia selalu ada (imortal). Di PL, berkali-kali Allah berkata bahwa hanya Dia, dan Dia sendirilah, yang ada dan selalu ada.

Yesus juga digambarkan memiliki kemampuan yang hanya Allah miliki. Di Matius 4:3 Setan (yang mengetahui kemampuan Yesus) menyuruh Yesus merubah batu menjadi roti, dan Yesus menolak. Hal ini bukanlah karena Yesus tidak mampu melakukan hal itu, karena terbukti bahwa di Matius 14:15-21 Yesus dapat memberi makan 5.000 orang hanya dengan 5 roti dan 2 ikan. Bukan hanya itu, Yesus menyebut diri sebagai “roti hidup”, atau lebih tepatnya “roti kehidupan” (Yoh 6:35), dan Dia berkata bahwa siapapun yang menerima Dia tidak akan kekurangan. Di Yohanes 11:25 pun Dia berkata bahwa Dia adalah “kebangkitan dan hidup”, dan orang yang percaya kepadaNya akan bangkit meskipun sudah mati. Hanya ada satu di PL yang dapat memberikan kehidupan seperti ini, yaitu Allah sendiri.

Names

Yesus juga memiliki nama-nama yang dimiliki Allah. Klaim yang paling jelas ada di Yohanes 1:1, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Firman itu ADALAH Allah! Dan di ayat-ayat selanjutnya diperjelas bahwa Firman itu menjadi manusia dan Dia adalah Yesus. Di Yohanes 20:28 pun Tomas, salah satu murid Yesus, dicatat berseru, “Ya Tuhanku dan Allahku!” kepada Yesus, dan Yesus sama sekali tidak menyangkalnya.Healing_of_a_bleeding_women_Marcellinus-Peter-Catacomb

Yesus juga menyebut diriNya sendiri sebagai “gembala yang baik” (Yohanes 10:11). Di PL Allah sering menyebut diriNya sebagai Gembala dan Israel adalah kawanan dombaNya. Selain itu Yesus juga menyebut diriNya dengan sebutan, “pengantin pria” di konteks perumpamaan Matius 25. Di PL Allah disebut sebagai pengantin pria dan Israel adalah pengantin wanita.

“I AM” (Aku) adalah sebutan Allah di PL dan Allah menyebut diriNya sendiri dengan sebutan “Aku adalah Aku” (Keluaran 3:15). Di Perjanjian Baru (PB), Yesus sering menyebut diriNya dengan sebutan ini. Di Yohanes 8:58 tadi (before Abraham was, I am), sangat mungkin bahwa Yesus menyebut diriNya dengan Nama Allah ini. Di beberapa catatan lain pun juga begitu. Baca disini pembahasan saya tentang Yohanes 6.

Deeds

Yesus dicatat melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Allah lakukan. Kembali ke Yohanes 1 tentang Firman, ayat 3 berkata, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Disini Yesus dicatat memiliki bagian di aktifitas penciptaan dunia.

Yesus juga digambarkan mengampuni dosa dan membangkitkan orang mati. Di PL hanya Allah yang berkuasa mengampuni dosa dan memberikan kehidupan. Saat Yesus berkata, alam ataupun roh jahat pun menurut. Yesus menyuruh roh jahat pergi di Markus 1:21-28, Dia menyuruh angin dan badai berhenti di Matius 8:23-27 dan badai pun langsung reda saat itu juga. Para penulis PB mencatat bahwa orang-orang di sekelilingnya pun selalu bertanya-tanya, “Siapa orang ini?” saat Yesus melakukan semua itu, karena mereka tau di PL hanya Allah yang dapat melakukan hal-hal ini.

Bukan hanya itu, di Matius 5-7 Yesus dicatat berkotbah di bukit dan Dia mengotbahkan tentang hukum-hukum Taurat di PL dengan ucapan, “Aku berkata kepadamu,….” seakan-akan Dia sendiri adalah Allah yang mengucapkan semua itu. Padahal kita tau bahwa nabi-nabi di PL selalu menyampaikan pesan Allah dengan “Allah berfirman….”.

Seat

Yang terakhir, Yesus juga memiliki takhta yang dimiliki Allah. Di Markus 14:61 saat Yesus diadili dan ditanya apakah Dia adalah Anak Allah dan Penyelamat, Yesus berkata, “Akulah Dia, dan kamu semua akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang dalam awan dari langit!” Setelah itu para iman merobek baju mereka tanda 9%20annunciationbahwa mereka mengira Yesus telah menghina Allah atau mengaku diriNya adalah Allah. Disini Yesus mengaku bahwa Dia memiliki takhta di samping kanan (berbagi kuasa) dengan Allah.

Di Matius 11:25 Yesus berkata bahwa Allah adalah Tuhan langit dan bumi, tetapi di 2 ayat setelahnya (11:27) Dia berkata, “Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku.” Yesus mengaku mendapatkan kuasa yang sama dengan Allah. Yang terakhir, di Wahyu 22:3, di gambaran surga dan bumi yang baru yang akan datang, dikatakan, “Takhta Allah dan takhta Anak Domba (Yesus) akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya.” Takhta Allah dan Yesus disini adalah sama, dan tidak dikatakan bahwa hamba-hamba akan beribadah kepada mereka, tetapi kepadaNya, yang menandakan bahwa Allah dan Yesus adalah satu.

 

Konklusi

Saya telah secara singkat dan padat merangkum apa yang dokumen-dokumen non-Alkitab ataupun Alkitab katakan tentang Yesus. Dokumen-dokumen non-Alkitab mengatakan bahwa Yesus dianggap sebagai dewa dan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib, bahkan dipercaya bangkit dari kematian, akan tetapi dokumen-dokumen ini tidak memberikan detail mengapa dan bagaimana Yesus disembah seperti itu. Melalui catatan-catatan di Alkitab kita dapat mengetahui bahwa Yesus benar-benar dicatat memiliki penghormatan, atribut, nama, kuasa, dan takhta yang hanya Allah dapat miliki.

Kemungkinan besar penulis-penulis PB, terutama penulis-penulis injil, yang adalah saksi mata kehidupan Yesus, tidak mengerti secara penuh bagaimana Yesus dapat menjadi Allah tetapi Allah tetap menjadi satu. Melalui banyak perenungan, kekristenan sekarang dapat mengerti hal ini melalui perumusan Tritunggal (yang saya telah jelaskan di artikel 2). Akan tetapi penulis-penulis awal kemungkinan besar tidak mengerti itu. Mungkin mereka hanya mengerti melalui pengalaman mereka bahwa Yesus harus diasosiasikan dengan Allah secara sangat-sangat dekat, dan saat mereka mempelajari PL untuk mencari jawaban mata mereka terbelalak karena banyaknya nubuatan-nubuatan yang dapat menunjuk ke Yesus. Dan melalui pencerahan ini mereka menerima Yesus sebagai Allah dan menyembahNya.

Lalu bagaimana kita bisa percaya bahwa penulis Alkitab tidak mengatakan kebohongan? Saya telah berargumen di artikel 3 bahwa hal ini tidak mungkin, karena tidak ada alasan bagi mereka untuk berbohong. Selain itu, para murid Yesus lari saat Yesus ditangkap untuk dihukum. Mereka takut. Saat Yesus dikubur pun mereka bersembunyi di dalam rumah mereka karena takut. Jika Yesus tidak benar-benar bangkit dari kubur dan menampakkan diri ke mereka, bagaimana mungkin mereka memiliki keberanian bukan hanya untuk keluar dan memberitakan, tetapi juga untuk menghadapi hukuman dan siksaan?

Tantangan saya kali ini adalah, jika Yesus memang benar adalah Allah, apa yang akan Anda lakukan?

Soli Deo Gloria

 

References:

Bock, Darrell L. Studying the Historical Jesus: A Guide to Sources and Methods. Grand Rapids: Baker Academic, 2002.

Bowman Jr., Robert M. & Komoszewski, J. Ed. Putting Jesus in His Place: The Case for the Deity of Christ. Grand Rapids: Kregel Publications, 2007.

Evans, Craig A. Fabricating Jesus: How Modern Scholars Distort the Gospels. Nottingham: Inter-Varsity Press, 2007.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s