Pencarian Kebenaran V: Apa itu Injil dan Apa itu Iman?

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial tentang kekristenan di seri Pencarian Kebenaran, saya berharap pembaca sekarang dapat berkata, “Oke, kekristenan itu masuk akal dan sangat logis, tetapi apa yang saya harus lakukan sekarang?” (bahkan saya SANGAT berharap SEKALI; guru saya di SMP melarang saya menggunakan kata ‘sangat’ dengan ‘sekali’, tetapi saya rasa kali ini adalah waktu yang tepat untuk menggunakannya). Karena itu, di artikel yang terakhir di seri Pencarian Kebenaran ini, saya akan membawa pembaca untuk menjawab pertanyaan yang sangat penting, yaitu “Apa itu Injil dan apa itu iman”.

Seperti yang saya telah katakan di artikel pertama, seseorang tidak bisa dikatakan sebagai Kristen hanya karena dia mengetahui fakta-fakta seperti keberadaan Allah, siapa itu Yesus, Alkitab, dsb. Seseorang bisa dikatakan sebagai Kristen hanya jika dia telah menyerahkan dirinya ke Kristus dan mengikut Dia seumur hidupnya. Untuk melakukan hal itu, orang itu perlu menerima Injil. Jadi apa itu Injil?

Mark01v01to08_2008

Esensinya, Injil adalah kabar baik. Karena Injil adalah kabar baik, jangan heran kalau orang yang telah menerimanya memiliki hasrat untuk membagikannya ke orang lain, sama seperti apa yang saya lakukan sekarang. Seperti apa yang Don Carson katakan, “The Gospel is good news. What do you do with good news? You announce it!” Pertanyaannya sekarang adalah, kabar baik tentang apa? Jika saya harus merangkum kabar baik ini, saya akan memberikan definisi seperti ini:

Injil adalah kabar baik bahwa rencana Allah untuk menjadikan Kerajaan-Nya di bumi telah tergenapi; rencana yang telah dinyatakan mulai dari awal penciptaan di Kejadian 1 dan diproklamirkan oleh para nabi di Perjanjian Lama, sekarang telah datang melalui Yesus Kristus, manusia dan Allah itu sendiri. Maka dari itu, kabar baik Injil berpusat pada pribadi dan pekerjaan Yesus Kristus, terutama di dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya ke sorga. Karena itu, muncul implikasi Injil, yang juga menjadi kabar baik bagi kita, yaitu bahwa manusia yang percaya kepada Raja dan Pembawa Kerajaan Allah itu, yaitu Yesus Kristus, akan diselamatkan, karena Raja itu telah menang dari dosa dan kejahatan.

Bagi pembaca yang tidak pernah mengenal kekristenan sebelumnya, mungkin konsep ini merupakan konsep yang asing dan susah dipahami. Jadi, saya akan berusaha memecah konsep yang besar ini ke konsep-konsep kecil. Pertama, perhatikan diagram di bawah ini yang merangkum Injil di Alkitab menjadi “5 Hari”.

 

Week 1

Di diagram di atas dijelaskan bahwa pada mulanya Allah menciptakan segala hal, termasuk manusia, agar kita hidup menikmati persekutuan dengan Allah dan memuliakan Dia. Akan tetapi, manusia memberontak sehingga dosa menguasai hati manusia. Dosa ini merusak manusia secara utuh dan diturunkan ke keturunan-keturunan manusia sampai sekarang. Ada 2 implikasi dari ini. Pertama, karena semua orang telah dikuasai dosa, tidak ada lagi manusia yang melakukan kebenaran. Memang, ada banyak orang yang mampu berbuat baik tanpa harus mengenal Allah. Akan tetapi, ingat tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu untuk bersekutu dengan Dia dan memuliakan Dia, jadi sebaik apapun manusia itu, jika mereka tidak melakukan tujuan mereka diciptakan, mereka dipandang sebagai makhluk yang cacat. Sama seperti sebuah kulkas akan dianggap rusak dan cacat jika kulkas tersebut tidak mampu mendinginkan makanan seperti tujuan dia dibuat. Kedua, karena Allah itu maha kudus, Dia sama sekali tidak bisa mentoleransi dosa, sedikit apapun dosa tersebut. Karena itu, upah dosa adalah maut (Roma 6:23), yang berarti bahwa semua orang yang berdosa harus dibinasakan karena mereka tidak lagi melakukan tujuan mereka diciptakan.

Di tengah-tengah diagram di atas dapat dilihat inti dari kabar baik itu. Meskipun semua orang seharusnya dibinasakan sesuai dengan keadilan Allah yang sempurna, Allah melalui kasihNya yang juga sempurna mengirimkan Yesus dari Nazaret, seseorang yang terbukti adalah 100% manusia tetapi juga 100% Allah sendiri. Karena Dia adalah 100% Allah, Dia tidak berdosa dan tidak dapat berdosa. Karena Dia 100% manusia, Dia dapat menggantikan manusia untuk dihukum atas dosa-dosa mereka. Jadi, dosa-dosa manusia yang percaya kepada Yesus telah di taruh di atas kepala Yesus saat Dia disalib dan menerima murka Allah (Yohanes 3:16). Dia, yang tidak berdosa, menggantikan manusia dan menanggung dosa-dosa mereka, sehingga kita yang seharusnya dihukum sekarang menjadi bebas dan bahkan memperoleh hidup kekal. Ini adalah inti dari kabar baik (Injil) itu. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Alkitab sangat jelas saat mengatakan bahwa keselamatan ini gratis, tetapi hanya diberikan kepada orang-orang yang beriman kepada Kristus. Jadi, apa itu iman?

Guy M. Richard, seorang Hamba Tuhan di salah satu gereja Presbyterian di Amerika Serikat, menulis buku berjudul “What is Faith?”. Saya akan mengikuti struktur penjelasannya secara singkat.

Pertama, iman itu intelektual. Hal ini berarti bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki alasan untuk memiliki iman yang buta. Iman yang benar adalah iman yang melihat. Justru setelah melihat keberdosaan manusia dan melihat kehebatan Allah, baru setelah itu seseorang dapat beriman kepada Allah. Ini mengapa saya memulai seri ini dengan menjawab 4 pertanyaan intelektual tentang kekristenan.

quote-every-time-we-look-at-the-cross-christ-seems-to-say-to-us-i-am-here-because-of-you-it-john-stott-56-28-16

Kedua, iman itu relasional. Iman tidak berhenti di intelek. Seseorang tidak dapat dikatakan beriman kepada Kristus hanya karena dia mengerti dia berdosa dan Allah menang atas dosa. Iman itu harus relasional. Seseorang yang beriman kepada Kristus harus sedikit demi sedikit berrelasi makin dekat dengan Allah. Bahkan, Alkitab sering menggambarkan hubungan Kristus dengan orang-orang percaya dengan gambaran pernikahan suami istri. Kristus adalah mempelai pria, dan orang-orang percaya (secara kolektif) adalah mempelai wanita. Tidak ada orang yang bisa mengaku beriman kepada Kristus kalau dia tidak berrelasi dengan Allah sedekat pasangan suami istri.

Ketiga, Iman itu percaya. Akan tetapi, iman kepada Kristus tidak sama dengan percaya bahwa Yesus itu ada, atau percaya bahwa Yesus itu Allah. Iman kepada Kristus berarti mempercayakan segala aspek dalam hidup kita, segalanya, kepada Kristus. Iman berarti: (1) sepenuhnya menyadari bahwa diri kita berdosa, (2) sepenuhnya menyadari bahwa kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri dari dosa tersebut dan dari hukuman atas dosa, dan (3) sepenuhnya menyerahkan diri ke Kristus untuk ditebus dan digantikan oleh Dia.

Keempat, iman bukanlah usaha tetapi pasti diekspresikan di dalam usaha. Seperti yang saya telah jelaskan, keselamatan diberikan secara cuma-cuma tanpa usaha dari kita. Jadi, jika usaha itu bisa diukur (1, 2, 3, dst…), maka iman itu bernilai 0. Karena iman itu bukanlah melakukan sesuatu, tetapi menyerahkan diri kita sepenuhnya. Akan tetapi, iman tidak pernah berhenti disana. Banyak orang mengatakan bahwa konsep keselamatan di kekristenan sangat mudah, hanya dengan percaya saja bisa diselamatkan. Memang, keselamatan itu gratis, karena kita tidak bisa menyelamatkan diri kita sendiri maka keselamatan itu harus diberikan. Akan tetapi, setelah diselamatkan, seseorang hidup di dalam Kristus. Apa maksudnya? Maksudnya adalah bahwa Allah akan memberikan kekuatan dan keinginan untuk hidup kudus seperti Kristus pun kudus. Memang, selama kita di dalam tubuh yang bernatur dosa dan di dalam dunia yang penuh dosa ini kita tidak bisa menjadi kudus secara sempurna, tetapi iman akan mentransformasi manusia dan sedikit demi sedikit menunjukkan proses perubahan.226256bf69baaa647fecfd65edfe2adc

Kelima, iman tidak harus kuat. Karena keselamatan itu gratis, maka iman tidak harus kuat ataupun dewasa untuk menyelamatkan. Iman yang baru saja muncul pun dapat menyelamatkan. Akan tetapi, sekali lagi, iman yang benar tidak mungkin tetap kecil. Iman yang benar pasti berusaha bertumbuh. Hanya saja, ukuran dan kekuatan iman seseorang tidak mempengaruhi keselamatan, tetapi dipengaruhi oleh keselamatan.

Penutup

Seri Pencarian Kebenaran akan ditutup dengan artikel ini. Setelah menjawab 4 pertanyaan intelektual yang menunjuk ke kekristenan sebagai kepercayaan yang paling masuk akal, dan setelah menjawab menjelaskan apa itu Injil dan apa yang kita harus lakukan untuk mendapat keselamatan (sekali lagi, kita tidak harus melakukan apapun, hanya beriman), saya mengajak pembaca sekalian untuk memikirkan sekali lagi posisi Anda. Dimana posisi Anda sekarang? Apakah masih ada hal-hal yang tidak logis tentang kekristenan? Apakah masih ada keraguan di hati Anda? Memang, banyak pertanyaan-pertanyaan yang masih belum bisa diketahui jawabannya. Manusia hanya dapat mengetahui sedikit tentang Allah. Bagaimana mungkin ciptaan dapat mengerti Penciptanya secara penuh? Jika manusia bisa mengerti Allah secara penuh, maka Allah adalah makhluk yang berstatus sama atau bahkan lebih rendah daripada manusia. Kita tidak bisa mengerti Allah sepenuhnya, tetapi kita bisa mengerti sesuatu tentang Allah, yaitu hal-hal yang Dia beritau kepada kita melalui Alkitab.

Karena itu, para pembaca sekalian, saya berdoa agar setelah membaca ini semua, pembaca sekalian dapat tergerak, bukan hanya untuk mempercayai Kristus secara kognitif dan intelek, tetapi juga beriman secara penuh dan mengundang Kristus untuk datang ke dalam hidup Anda. Kembalilah ke Pencipta Anda. Kembalilah ke tujuan awal Anda diciptakan.

Saya berdoa, secara tulus berdoa, agar Allah menggerakkan hati pembaca sekali untuk menerima Dia. Jika ada pertanyaan apapun, keraguan apapun di dalam hati Anda, saya mohon jangan ragu untuk menghubungi saya secara langsung dan bertanya. 🙂

Soli Deo Gloria

 

References:

Carson, Donald A. Basics for Believers. Nottingham: Inter-Varsity Press, 2004.

Gilbert, Greg. What is the Gospel?. Wheaton: Crossway, 2010.

McGrath, Alister. The Spirit of Grace: Christian Belief for Everyone. London: SPCK Publishing, 2015.

Richard, Guy M. What is Faith?. Phillipsburg: P&R Publishing, 2012.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s