Makna Perjamuan Kudus

Beberapa hari yang lalu kita memperingati hari Reformasi, dimana bapa-bapa Gereja memperjuangkan kebenaran Alkitab dan mereformasi Gereja menjadi lebih Alkitabiah. Salah satu perdebatan di masa Reformasi adalah tentang arti Perjamuan Kudus. Di bawah ini adalah rangkuman makna Perjamuan Kudus yang dipegang oleh Gereja Katolik, Luther, dan Zwingli (yang dianut oleh sebagian besar Gereja Baptis):

Katolik (Transubstantialism) Luther (Consubstantialism) Zwingli (Symbolism)
Roti dan anggur berubah menjadi daging dan darah Yesus melalui pemberkatan imam. Kehadiran Yesus di Perjamuan Kudus sangat nyata dan literal. Daging dan darah Yesus terkandung di balik roti dan anggur melalui pemberitaan Firman. Keberadaan Yesus di Perjamuan Kudus nyata. Roti dan anggur hanyalah simbol untuk peringatan akan kematian Yesus. Keberadaan Yesus di Perjamuan Kudus hanyalah simbolis.

Akan tetapi, Calvin melihat bahwa semua ajaran ini tidak memuaskan sesuai Alkitab. Dia menawarkan pemahaman yang disebut sebagai Receptionism. Paham ini yang nantinya diadopsi oleh sebagian besar Gereja Presbiterian dan Anglikan Reformed. Secara singkat, paham ini berkata bahwa roti dan anggur tetap merupakan roti dan anggur, akan tetapi Roh Kudus lah yang secara misterius memberikan berkat-berkat hasil kematian Yesus kepada siapapun yang menerima (receive) roti dan anggur dengan iman. Selain itu, Yesus hadir secara nyata dan spiritual di dalam Perjamuan Kudus dan Dia bersekutu bersama-sama dengan kita (tubuhNya) secara misterius melalui persekutuan dalam Roh Kudus.

Beberapa aspek Alkitabiah tentang Perjamuan Kudus akan saya jelaskan secara singkat:

  1. Melalui Perjamuan Kudus kita diyakinkan bahwa kita telah dipersatukan dengan tubuh Kristus (Mat 26:26). Persatuan dalam tubuh Kristus berarti persatuan antara satu anggota tubuh dengan yang lain di dalam kasih (lihat Efesus 4:1-5). Di dalam Perjamuan Kudus, kita bersekutu dengan satu sama lain, dan juga bersama Kristus (secara riil) sebagai Kepala Gereja, melalui Roh Kudus.
  2. Perjamuan Kudus adalah perayaan Perjanjian kita dengan Allah. Luk 22:15 dan 1 Kor 11:24 menggunakan kata ‘peringatan’ (remembrance) untuk Perjamuan Kudus. Kata ‘peringatan’ di dalam Bahasa Yunani hanya muncul beberapa kali di dalam Perjanjian Lama versi Yunani (Septuaginta). Hampir setiap kali kata ini muncul, kata ini selalu digunakan di dalam konteks peringatan bangsa Israel akan Perjanjian mereka dengan Allah; Perjanjian yang menyelamatkan mereka. Hal yang mengagumkan adalah: peringatan ini selalu berada di dalam konteks perjamuan (lihat Bil 10:10, Imamat 24:7, Hikmat Salomo 16:6). Perjanjian Baru yang dimateraikan dengan darah Yesus telah menyelamatkan kita, dan Perjamuan Kudus menjadi peringatan kita akan keselamatan dari Allah. Sama seperti baptisan merupakan tanda masuknya kita ke dalam Perjanjian ini, Perjamuan Kudus adalah perayaan akan kelanjutan Perjanjian yang sama.
  3. Memang, Perjamuan Kudus memiliki dimensi yang melihat ke belakang, kepada keselamatan yang telah terjadi di dalam sejarah. Para penulis Injil menghubungkan Perjamuan Kudus dengan Perjamuan Paskah di Perjanjian Lama (Mat 26:18, 26-29; Mrk 14:12, 22-25; Luk 22:15-20). Sama seperti Perjamuan Paskah yang merayakan pembebasan Israel dari perbudakan Mesir oleh Yahweh, Perjamuan Kudus adalah perayaan pembebasan Gereja dari perbudakan dosa oleh Yesus. Akan tetapi, Perjamuan Kudus tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga melihat ke depan dan menyongsong perjamuan agung antara Gereja sebagai mempelai wanita dan Kristus sebagai mempelai pria di dunia yang baru (Wahyu 19:9).

Soli Deo Gloria!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s