Apakah Kita Siap?

Pada tahun 2006, sebuah buku muncul dan menggemparkan seluruh dunia. Buku itu berjudul The Return of Quetzalcoatl. Bukan, buku ini bukanlah salah satu novel seri The Lord of the Rings. Buku ini mempopulerkan kembali pemahaman New Age yang didasari oleh kalender Maya. Salah satu teorinya yang sangat populer mengatakan bahwa kiamat akan datang pada tanggal 21 Desember 2012 (ring any bells?).

Saya mengingat saat memasuki tahun 2012. Banyak orang menanti-nanti datangnya tanggal 21 Desember ini dengan sedikit harap-harap cemas. Namun, tidak sedikit juga yang takut menghadapinya. Banyak pertanyaan muncul, bahkan di kalangan “beradab” pelajar-pelajar universitas di antara teman-teman saya. Apa yang akan terjadi? Jika memang benar dunia akan dihancurkan, apa yang harus saya lakukan sekarang? Beragam komentar dilontarkan oleh beberapa teman saya, termasuk di antaranya: “Wait, gue belum nikah!” atau “Ah, yang penting gue bisa makan nasi goreng sebelum kiamat.” Namun, pertanyaan yang terasa paling penting saat itu adalah, “Apakah saya siap?”

Kurang lebih fenomena yang sama terjadi 2.000 tahun silam, saat Yesus Tuhan kita lahir. Di Luk. 2:25-35 dikatakan bahwa ada seorang yang bernama Simeon yang telah diberitahu oleh Roh Kudus bahwa dia tidak akan mati sebelum melihat Mesias. Hari itu, saat melihat bayi Yesus, dia berkata, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu….” (Luk. 2:29-32). Simeon melihat Yesus yang akan menyelamatkan dunia. Melihat keselamatan itu, dia telah mendapatkan kedamaian dan kepastian akan keselamatan sehingga dia menjadi siap untuk menjemput kepergiannya dari dunia.

Kembali ke zaman sekarang, bagaimana dengan kita? Ya, kedatangan Yesus telah terjadi beribu-ribu tahun silam. Namun, kita sekarang berada di situasi yang mirip dengan Simeon. Meskipun masa Advent sudah lewat dan hari Natal sudah berlalu 4 hari lalu, kita masih menunggu Yesus untuk datang kembali dan menjemput kita pulang. Kedatangan Yesus tidak dapat kita prediksikan seperti “hari kiamat” tanggal 21 Desember 2012. Dia akan datang seperti pencuri di malam hari saat semua orang tidur (secara rohani). Dia dapat datang kapan saja; saat kita bekerja, saat kita menonton Star Wars, atau saat kita berbuat dosa di tengah kegelapan malam. Karena itu, dalam mengantisipasi kedatangan Yesus, saya ingin bertanya, “Apakah kita siap?”

Mari kita mempersiapkan diri. Tekunlah berdoa dan jauhilah dosa. Mengutip lagu Ronan Keating, mungkin kita perlu sesekali menanyakan diri sendiri, “If tomorrow never comes, saya bakal ngapain sekarang?” Mungkin kita juga bisa menempelkan sebuah stop sign di balik pintu rumah yang berbunyi, “Last Exit?” untuk mengingatkan bahwa hari itu dapat sewaktu-waktu menjadi hari terakhir di mana kita dapat berjalan keluar rumah.

Yesus akan datang saat semua orang sedang tidur. Mari kita terus berjaga-jaga dalam penantian kita akan Dia. Jadi, saat Yesus datang nanti, apakah kita siap untuk menyambut Dia dan berkata seperti Simeon, “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu”?

Soli Deo Gloria

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s