Menjadi Penjala Manusia

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia (Matius 4:18-22).

Kita semua tahu bahwa Yesus datang ke dunia dengan sebuah misi besar. Sayangnya, tidak banyak dari kita yang memahami misi ini dengan tepat. Mayoritas orang Kristen berpikir bahwa Yesus datang ke dunia untuk mati dan menyelamatkan orang berdosa. Meskipun ini benar, tetapi hanya menangkap sebagian dari misi utama Yesus. Lantas apakah misi utama Yesus sebenarnya? Ay. 17 memberi sedikit petunjuk mengenai misi utama Yesus, yakni bahwa misinya berkaitan dengan Kerajaan Allah. Lebih tepatnya, Yesus datang untuk menghadirkan Kerajaan Allah di bumi ini. Melalui karya-Nya (bnd. Matius 12:28), dan puncaknya melalui kematian-Nya, Yesus mengalahkan Iblis dan menghadirkan Kerajaan Allah di muka bumi ini.

penjala-manusia
Gambar diunduh dari http://www.kerabatmedia.com

Nas yang kita baca tadi menunjukkan bahwa dalam misi menghadirkan Kerajaan Allah itu, ternyata Tuhan Yesus tidak bekerja sendiri. Dia memanggil orang-orang tertentu untuk berkerja dengan-Nya, khususnya untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah dan memanggil orang-orang yang akan menjadi warga Kerajaan tersebut (menjadi Penjala Manusia).

Uniknya, cara Yesus mendapatkan murid berbeda dengan para rabbi jaman itu. Pada masa itu, muridlah yang berinisiatif mencari dan memilih guru; guru akan memilih dari murid-murid yang datang padanya (bnd m. Abot 1:6). Berbeda dengan mereka, Tuhan Yesus justru memilih murid-murid untuk menjadi tim-Nya. Tujuan utama tindakan ini ialah untuk menunjukkan otoritas dan karisma Yesus: seseorang bisa menjadi murid Yesus bukan karena kemauannya, tapi yang pertama dan terutama karena Yesus yang memilih mereka! Dengan kata lain, status murid didasarkan pada anugerah Tuhan Yesus, bukan inisiatif seseorang.

Meski demikian, Tuhan jelas tidak sembarang memilih orang. Di antara beberapa ciri yang ditampilkan, ada satu ciri yang akan menjadi fokus kita, yakni kesediaan membayar harga! Menjadi murid pada masa itu tidak sama dengan menjadi murid pada masa kini. Pada masa itu, seorang murid harus terus menyertai sang guru ke mana pun dia pergi (Jawa: nginthil) dan meniru bagaimanapun cara hidupnya. Tujuannya supaya si murid memahami dengan baik cara pikir dan ideologi sang guru. Keadaan demikian tentu saja menuntut mereka mengorbankan setidaknya tiga hal: kenyamanan ekonomi, keluarga, dan kenyaman hidup lainnya. Pengorbanan ini memang berat, namun hanya dengan cara itu mereka dibentuk menjadi murid yang efektif.

Memberitakan Injil dan menjangkau warga Kerajaan Allah merupakan tugas kita yang mengaku murid Kristus. Hanya saja harus diakui bahwa kerap kali tugas ini tidak kita laksanakan dengan efektif, sebab kita terlalu malas atau bahkan takut membayar harga. Ingatlah bahwa efektivitas memberitakan Injil tidak datang begitu saja. Sama seperti para murid membayar harga untuk menjadi alat Kerajaan Allah yang efektif, demikian pun seharusnya kita. Karena itu, mari belajar membayar harga dan memberi diri diproses oleh Tuhan. Hanya dengan cara itu, kita bisa menjadi murid yang efektif untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menjangkau orang-orang untuk masuk ke dalamnya. Panggilan menjadi murid memang anugerah, tetapi Tuhan menuntut kesediaan membayar harga dalam meresponinya.

* Ringkasan Kotbah Kebaktian Umum GKA Trinitas 20 Nopember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s