Finalitas Kristus

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6)

Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. (1Korintus 10:21)

Pengalaman manusia mengajarkan bahwa kehidupan dan kematian kita bukanlah sebuah akhir. Ada kehidupan selanjutnya yang harus kita jalani yang terkait erat dengan kehidupan masa kini. Hanya saja, meski semua orang ingin memiliki hidup yang baik di kehidupan tersebut (selamat), tidak ada seorang pun yang tahu secara pasti bagaimana bisa mencapai keadaan tersebut.

Di tengah ketidaktahuan itu, manusia mencoba menduga bagaimana mencapai keadaan selamat. Di antara berbagai dugaan itu, yang menjadi perhatian kita ialah pandangan yang meyakini bahwa semua agama pada dasarnya sama-sama menyelamatkan! (Pluralisme). Tuhan itu satu, tetapi menyatakan diri-Nya kepada manusia dalam berbagai bentuk dan cara (agama). Konsekuensinya, semua agama merupakan jalan yang absah manusia menuju kepada Tuhan. Sebagaimana banyak jalan menuju Roma, demikian pula jalan menuju Tuhan.

Pandangan ini sebenarnya merupakan pandangan yang problematis karena dua alasan (1) nyatanya tidak semua agama sama. Semua agama memiliki perbedaan esensial dalam masing-masing ajarannya; (2) tidak ada agama yang mengatakan bahwa semua agama sama benarnya! Semua agama memiliki klaim eksklusif bahwa mereka memiliki kebenaran yang paling benar yang tidak dimiliki oleh agama lain! Jadi, semua agama mungkin sama baiknya, tapi tidak semua agama menyelamatkan.

christianity-4x3-160n67o
Image taken from Google Image

Dalam konteks ketidaktahuan manusia inilah, wahyu Allah menjadi sangat penting. Tanpa wahyu Allah, semua upaya manusia mengenal Allah dan kehendak-Nya hanya akan menjadi spekulasi. Kita sudah mempelajari bahwa puncak pewahyuan Allah ialah Tuhan Yesus (Yoh. 1:18; Ibrani 1:1-4), dengan Alkitab menjadi rekaman hidup dan ajaran-Nya. Karena itu, keduanya menjadi cara Allah secara khusus menyatakan kehendaknya kepada manusia.

Lantas bagaimana ajaran Alkitab mengenai keselamatan? Pertama, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Allah menyediakan keselamatan hanya di dalam Yesus. Di dalam Yohanes 14:6, Yesus mengatakan bahwa Dialah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Ungkapan itu menunjukkan klaim superioritas dan eksklusifitas Yesus. Hal ini dipertegas dengan pernyataan bahwa tidak ada seorangpun yang bisa sampai ke Bapa tanpa melalui Yesus! Keyakinan ini merupakan keyakinan gereja awal yang bisa kita temukan di sepanjang Alkitab: tanpa Yesus tidak ada keselamatan (bnd. Mat. 1:21; 28:18-20; pola penginjilan Paulus yang dimulai dengan sinagoge).

Kedua, komitmen terhadap Yesus harus bersikap eksklusif. Salah satu semangat beragama jaman abad pertama ialah toleransi yang kuat. Orang-orang bisa menyembah sebuah dewa dan menerima keabsahan dewa agama lain. Relasi yang kuat antar orang jaman itu membuat orang terdorong hidup dalam budaya sinkretisme (percampuran agama). Akibatnya, masa itu bisa diibaratkan seperti “pasar agama.” Dalam konteks demikian, satu-satunya agama eksklusif ialah Yudaisme, sebab di Perjanjian Lama, Tuhan jelas menolak “dimadu” dengan dewa lain. Karena kekristenan lahir dari matriks Yudaisme, tentu saja keristenan juga mewarisi keyakinan ini. Bagi gereja awal, untuk bisa merasakan efek keselamatan yang Kristus berikan, seseorang harus memberikan komitmennya secara utuh kepada Kristus; tidak boleh ada yang lain! (bnd. 1 Korintus 10:21).

Dari dua kebenaran ini ada tiga hal yang bisa kita renungkan: (1) karena Kristus adalah satu-satunya Juruselamat, jangan pernah tinggalkan Dia demi apapun; (2) keselamatan dari Kristus menuntut komitmen total kepada-Nya, jadi jangan ada “ilah” lain dalam hidup kita; dan (3) karena keselamatan hanya ada di dalam Kristus, maka pastikan bahwa Anda dan orang-orang yang Anda kasihi sudah mengenal Dia dan berkomitmen total kepada-Nya. Ingat, tanpa Kristus tidak ada keselamatan: yang hanya ada ratapan dan kebinasaan!

*Ringkasan Kotbah Kebaktian Umum GKA Trinitas 12 Pebruari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s