Kristus: Hadiah Terbesar (Yoh. 3:16-18)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:16).

Disadari atau tidak, Allah sebenarnya telah memberikan beragam hadiah kepada manusia. Secara garis besar, hadiah ini bisa dikategorikan ke dalam dua jenis. Yang pertama ialah hadiah yang bersifat umum, yakni hadiah yang diberikan Allah kepada semua orang tanpa memandang siapa dia. Misalnya udara, air, sinar matahari, dsb. Hadiah ini terkadang bersifat lebih khusus, meski demikian hadiah-hadiah ini tetap termasuk dalam kategori hadiah umum. Misalnya kekayaan, ketampanan, kepandaian, umur panjang, dsb. Satu hal yang penting diingat terkait soal hadiah umum ialah bahwa menerima hadiah umum tidak membuat kita lebih tinggi atau berbeda dari yang lain secara esensial. Hadiah jenis kedua ialah hadiah khusus atau hadiah spesial dari Allah. Hadiah ini ialah hadiah terbesar dan termahal yang pernah Allah berikan kepada manusia. Hadiah ini, meski ditawarkan kepada semua orang, nyatanya hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu saja, yakni oleh umat Allah; dan hadiah ini ialah Yesus Kristus, Putra-Nya.

Akan tetapi, mengapa Yesus disebut demikian? Apa yang menjadikan Dia sedemikian spesial? Di antara beragam alasan, nas yang kita baca tadi memberikan dua alasan. Pertama, karena Yesus merupakan milik Allah yang paling berharga. Di ay. 16 dan 18, Yesus disebut sebagai “Anak Tunggal Allah.” Kata Yunani yang dipakai (monogenes) memang bisa berarti tunggal, namun juga bisa diartikan “unik” atau “spesial” (mis. Ibr. 11:17). Dari konteks tulisan Yohanes, terjemahan “unik” atau “spesial” nampaknya merupakan terjemahan yang lebih tepat. Ini sesuai dengan teologi Yohanes yang menyatakan bahwa Allah memang memiliki banyak anak. Yesus bukanlah Anak Tunggal Allah, sebab kita pun disebut sebagai anak-anak Allah! Meski demikian Yohanes membedakan antara kita sebagai anak-anak Allah (children of God) dengan Yesus sebagai Putra Allah (Son of God). Melalui pembedaan ini, ia hendak menyampaikan keistimewaan Yesus di hadapan Allah: bahwa Yesus adalah Anak Allah yang spesial; kepunyaan yang paling dicintai oleh Allah.

Kedua, karena di dalam Yesus, Allah memberikan jalan keselamatan pada kita. Di dalam tulisan Yohanes, kata dunia sering digambarkan secara negatif. Dunia sering diidentikkan dengan pemberontakan dan perlawanan terhadap Allah (mis. Yoh. 1:10, 29; 3:19; 7:7, dsb). Tidak heran dalam suratnya, Yohanes menasihatkan kita agar tidak mengasihi dunia (1Yoh. 2:15-17). Akibat dari keadaan demikian, dunia telah ada dalam hukuman Allah (bnd. ay. 18). Karena kita semua pada dasarnya merupakan bagian dari dunia, maka kita semua pasti menerima hukuman Allah. Kita pada dasarnya memiliki sebuah kepastian yakni kepastian kebinasaan! Dalam keadaan demikian ternyata Allah memberikan jalan pendamaian dengan mengirimkan Anak Kesayangan-Nya itu mati dan menerima hukuman bagi kita, sehingga kita yang pada dasarnya tidak memiliki pilihan, dimungkinkan Allah memiliki alternatif pilihan lain, yakni keselamatan!

Tapi kenapa Allah mau memberikan anugerah yang demikian istimewa? Ay. 16 menjawab dengan jelas: karena begitu besar kasih Allah kepada dunia. Allah memberikan hadiah yang istimewa bukan karena dunia terlalu baik atau terlalu besar (sehingga sayang untuk dihancurkan). Allah memberikan Kristus karena kasih-Nya yang besar. Dengan kata lain, Yesus adalah bukti nyata bahwa Allah sangat mengasihi kita! Tanpa Yesus tidak ada bukti bahwa Allah sangat mengasihi kita!

Bagian ini harusnya membuat kita tidak pernah ragu bahwa Allah sangat mengasihi kita! Seringkali pergumulan yang berat dan bertubi-tubi membuat kita mempertanyakan kasih Allah. Ini karena kita cenderung menilai kasih Allah dengan hadiah umum-Nya. Kita lupa bahwa Allah sebenarnya sudah memberikan yang jauh lebih berharga, yakni Yesus! Bersyukurlah karena meskipun Allah mengambil hal lain, Ia sudah memberikan yang terbaik bagi kita. Allah sudah memberikan yang paling istimewa, jadi jangan pernah meragukan kasih-Nya hanya karena Ia mengambil bagian-bagian kecil dari hidup kita! Setiap kali, kita ragu akan kasih Allah, maka pandanglah pada Yesus dan Salib-Nya: Dialah  bukti Allah sangat mengasihi Anda!

*Ringkasan Kotbah Kebaktian Umum GKA Trinitas 9 April 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s